Semakin dalam aku menatap mata itu. sepertinya aku menemukan kesejukan didalamnya, begitu indah dan teduh. Aku sangat menikmati moment ini. Ya, saat aku aku menatap lama matamu dan kamu melontarkan senyum manis gula jawa itu. ah aku memang terlalu dalam mengagumimu.
Sosok mu
yang selalu menjadi raja dalam pikiran ku. Entah mengapa menjadi seperti itu.
kamu yang dengan rajin nya menemui Tuhan, memuji Sang-Kekasih, aku sangat bangga
dengan kebiasaan mu yang seperti itu. selalu terbayang bagaimana bahagia nya
ketika kamu membawa ku kepada kebiasaan indah mu itu. sungguh bahagia pastinya.
Tapi sepertinya
bahagia itu bukan diciptakan untuk ku. Karena faktanya, ada dia yang kini
selalu yang mungkin parasnya lebih cantik, sosoknya lebih sempurna, dan kamu
pun lebih nyaman. Aku pun tidak bisa menyalahkan dia atau kamu.
Sepertinya
aku terlalu naïf, masih terus dengan nyaman melihatmu ketika kamu lebih sering
dan nyaman melihat dia. Ingin aku berteriak dan berkata pada dia mu itu, bahwa
aku yang lebih dulu mengenalmu. Aku yang lebih dulu ingin bahagiakan mu!.
Segampang
itukah ? atau sesulit itukah ?
Ah sepertinya
hanya dengan ini aku memberi bunga pada hatiku. Dengan terus mengintai segala
tingkahmu dari kejauhan, dan selalu tersenyum melihat mata teduh mu. Mata teduh,
aku merindukan mu di pelukan ku J

