Selasa, 29 April 2014

mata teduh, aku merindukan mu ~


Semakin dalam aku menatap mata itu. sepertinya aku menemukan kesejukan didalamnya, begitu indah dan teduh. Aku sangat menikmati moment ini. Ya, saat aku aku menatap lama matamu dan kamu melontarkan senyum manis gula jawa itu. ah aku memang terlalu dalam mengagumimu.
Sosok mu yang selalu menjadi raja dalam pikiran ku. Entah mengapa menjadi seperti itu. kamu yang dengan rajin nya menemui Tuhan, memuji Sang-Kekasih, aku sangat bangga dengan kebiasaan mu yang seperti itu. selalu terbayang bagaimana bahagia nya ketika kamu membawa ku kepada kebiasaan indah mu itu. sungguh bahagia pastinya.

Tapi sepertinya bahagia itu bukan diciptakan untuk ku. Karena faktanya, ada dia yang kini selalu yang mungkin parasnya lebih cantik, sosoknya lebih sempurna, dan kamu pun lebih nyaman. Aku pun tidak bisa menyalahkan dia atau kamu.
Sepertinya aku terlalu naïf, masih terus dengan nyaman melihatmu ketika kamu lebih sering dan nyaman melihat dia. Ingin aku berteriak dan berkata pada dia mu itu, bahwa aku yang lebih dulu mengenalmu. Aku yang lebih dulu ingin bahagiakan mu!.
Segampang itukah ? atau sesulit itukah ?

Ah sepertinya hanya dengan ini aku memberi bunga pada hatiku. Dengan terus mengintai segala tingkahmu dari kejauhan, dan selalu tersenyum melihat mata teduh mu. Mata teduh, aku merindukan mu di pelukan ku J

Kamis, 17 April 2014

aku dan ibu juga engkau si penjahat

ibu, maaf kan akuaku bukan gadis penurutmu lagi
aku sudah lancang mencintai orang lain selain dirimu
ibu
ternyata dia tidak setulus sepertimu
dia mengharapkan aku membalas nya
bahkan dia kini menangisi anak perempuan mu ini
dia seperti penjahat yang tega menculik ku dan membuatku menangis
dia tega membuat ku jauh dari mu
dan aku dengan bodohnya mempercayai permen manis nya
ibu
carikan aku lelaki seperti ayah
yang mencintaimu tulus hingga kini
yang membimbingmu menjadi wanita terhebat dalam dunia ku